![]() |
| Perjalanan menulis bersama Indscript Creative yang membawa kembali ke blog Photo by Christin Hume on Unsplash |
Ada masa ketika aku mengira perjalanan menulisku akan selalu berawal dari blog dan suatu hari kembali ke sana. Di ruang sederhana itulah aku belajar menyusun artikel, membagikan pengalaman, serta menyimpan jejak setiap proses bertumbuh sebagai penulis.
Namun, perjalanan ternyata membawaku ke banyak persimpangan. Aku mulai menjelajahi berbagai ruang kepenulisan, dari Medium, dunia editor, penulis lepas, hingga eksplorasi konten visual dan berbagai event menulis. Aku menikmati setiap prosesnya, tetapi tanpa kusadari ada satu ruang yang semakin jarang kusapa: blog pribadiku.
Sampai akhirnya, pengumuman Blog Competition Milad ke-19Indscript Creative mengingatkanku pada tempat pertama yang mengajarkanku
mencintai proses menulis. Bukan sekadar mengikuti sebuah kompetisi, melainkan
kembali ke rumah yang pernah menjadi saksi perjalanan awalku sebagai penulis.
Ada Rumah yang Lama Tak Kusapa
Sudah beberapa kali aku membuka dashboard blog pribadiku di
Blogger. Jemariku sempat menari di atas papan ketik, tetapi selalu berhenti
sebelum satu paragraf pun selesai kutulis. Bukan karena kehabisan ide,
melainkan karena terlalu lama meninggalkan ruang yang dulu begitu akrab.
Padahal, aku tidak pernah berhenti menulis. Dalam dua tahun
terakhir, perjalananku justru berkembang ke berbagai arah. Aku aktif menulis di
Medium, menjadi editor di Publikasi Perspektif Perempuan, belajar menjadi
penulis lepas, membuat konten visual berbasis kutipan, serta terus belajar
menulis prosa reflektif dan kisah inspiratif.
Tanpa kusadari, semua perjalanan itu membuat blog pribadiku
semakin jarang terisi. Bukan karena aku kehilangan kecintaan pada dunia
kepenulisan, melainkan karena aku sedang belajar menemukan bentuk tulisan yang
paling dekat dengan diriku.
Kini, melalui Blog Competition Milad ke-19, aku ingin
kembali menghidupkan blog sebagai ruang untuk mendokumentasikan perjalanan,
berbagi pengalaman, dan terus bertumbuh sebagai penulis.
Indscript Creative, Tempat Perjalananku Dimulai
![]() |
Proses belajar menulis bersama Indscript Creative |
Perjalanan itu berlanjut ketika aku mengikuti kelas artikel dan blog. Sedikit demi sedikit aku memahami bahwa blog bukan hanya tempat memublikasikan tulisan, tetapi juga ruang untuk membangun portofolio, mendokumentasikan proses belajar, dan berbagi manfaat kepada pembaca.
Bertumbuh Bersama Ekosistem Literasi
Semakin mengenal Indscript Creative, semakin aku
memahami bahwa tempat ini bukan sekadar penyelenggara kelas menulis.
Didirikan oleh Indari Mastuti pada 8 September 2007,
Indscript Creative berawal sebagai agensi naskah yang menjembatani penulis
dengan penerbit. Kini, setelah hampir dua dekade, Indscript Creative berkembang
menjadi writing agency sekaligus ekosistem literasi yang menghadirkan
pelatihan kepenulisan, pendampingan penulis, pengembangan komunitas, personal
branding, hingga layanan penulisan profesional.
Selama 19 tahun, Indscript Creative terus mempertemukan penulis, pendidik, pelaku usaha, komunitas, dan berbagai mitra untuk bertumbuh bersama melalui ilmu, karya, dan kolaborasi. Perjalanan itulah yang membuatku memahami bahwa menulis tidak berhenti ketika sebuah tulisan selesai dipublikasikan.
Ketika Tulisan Menemukan Banyak Ruang
Perjalanan bersama Indscript Creative tidak berhenti setelah
kelas selesai. Justru dari sanalah aku mulai berani menjelajahi berbagai ruang
kepenulisan.
Aku aktif menulis di Medium, dipercaya menjadi editor di
Publikasi Perspektif Perempuan, mencoba menjadi penulis lepas, hingga
mengeksplorasi CapCut sebagai media untuk menyampaikan kutipan-kutipan
inspiratif dalam bentuk visual.
Aku menyadari bahwa tulisan tidak harus selalu hadir dalam
bentuk buku atau artikel. Selama mampu memberi manfaat, sebuah tulisan dapat
hidup dalam berbagai media.
From Writing to Inspiring
Tema Milad ke-19 "From Writing to Inspiring" terasa begitu dekat dengan perjalanan yang sedang kujalani.
Aku memahami bahwa menulis bukanlah tujuan akhir. Sebuah
tulisan tidak berhenti ketika selesai diterbitkan, tetapi terus hidup melalui
manfaat yang dirasakan pembacanya.
Seperti yang disampaikan oleh pendiri Indscript Creative, Teh Indari Mastuti,
Kalimat itu membuatku semakin yakin bahwa setiap pengalaman yang kutulis, sekecil apa pun, dapat menjadi pengingat, penguat, atau bahkan inspirasi bagi orang lain.

Notebook dan pena simbol perjalanan menulis Indscript Creative
Photo by Hayley Maxwell on Unsplash
Mengapa Aku Kembali ke Blog?

Photo by Hayley Maxwell on Unsplash
Blog Competition Milad ke-19 bukan sekadar ajang menulis bagiku. Kompetisi ini menjadi momentum untuk kembali menghidupkan blog yang pernah menjadi rumah pertamaku sebagai penulis.
Di tengah berbagai media yang terus berkembang, blog tetap
memiliki tempat yang istimewa. Di sanalah aku bisa bercerita lebih utuh,
menuliskan pengalaman dengan lebih leluasa, dan mendokumentasikan perjalanan
yang mungkin suatu hari nanti ingin kubaca kembali.
Perayaan Milad ke-19 juga mengingatkanku bahwa sejak berdiri
pada tahun 2007, Indscript Creative terus membangun ekosistem literasi yang
mempertemukan penulis, pendidik, pelaku usaha, komunitas, dan pegiat sosial.
Semangat kolaborasi itulah yang membuat perjalanan menulis terasa tidak pernah
sepi.
Agustus ini, aku ingin kembali menjadikan blog sebagai ruang
untuk belajar, berbagi, dan bertumbuh. Bersamaan dengan itu, aku juga menantang
diriku untuk menulis cerita bersambung setiap hari sebagai bagian dari proses
belajar menjadi penulis yang lebih baik.
Penutup
Barangkali, setiap penulis memang memiliki rumah yang selalu
ingin ia pulangi. Bagiku, rumah itu adalah blog.
Terima kasih, Indscript Creative, karena telah menjadi
bagian dari perjalanan yang membawaku kembali membuka halaman baru. Semoga
setiap tulisan yang lahir dari sini bukan hanya selesai dibaca, tetapi juga
meninggalkan manfaat bagi siapa pun yang singgah.





